dulu engkau macam hantu
sehingga buat aku merindu
siang malam ternantikan garapan aksaramu
aku termangu
kenapa engkau yang tak pernah kuketemu
tetapi bisa tusuk hati kecil aku
tetapi bisa buai rasa syahdu
sungguh jujur aku tahu
meski tiada apa keluar dari bibirmu
engkau punya cinta hati membayangi jiwamu
aku diam - pendam - sorok dalam dalam
tapi perlukah hingga engkau sanggup untuk menipu
hati aku hancur lebur patah retak beribu
baru aku faham erti jarak yang diletakkan kamu
tuntas biar aku berlalu dan biar aku lupakan semua tentang kamu
kerna kau semata-mata hantu
yang takkan pernah menjelma dalam hidup aku
--- secara literal, mungkin